Apakah Aku Lupa Tujuan Hidup dan Masa Depanku Sebenarnya?

Apakah Aku Lupa Tujuan Hidup dan Masa Depanku Sebenarnya
Saat aku terpuruk, terbentur dalam kerasnya kehidupan, terjatuh dengan buruknya keadaan, saat hati rapuh mengharapkan sesuatu namun tidak sesuai harapan, ketika sesal datang di kehidupanku. kenapa aku baru saja mengingat Mu?

Terlalu banyak memikirkan dan mengejar duniawi yang tak ada batasnya, selalu merasa kurang dengan apa yang kumiliki hingga lupa bersyukur bahwa aku ini sudah lebih dari cukup, merasa bangga dengan yang menjadi kelebihanku sampai lupa bahwa aku adalah manusia yang penuh kekurangan dan keterbatasan, bangga dengan keelokan masa muda hingga tak sadar bahwa kulit kencangku hanya sementara, terlalu terlena dengan gemerlap dan kesenangan duniawi yang hanya semu. 

Aku terkecoh dan terlupa bahwa hidup hanya sesaat.

Fase demi fase kulewati, hari demi hari berlalu, aku merasa telah lengah dengan amal kebaikan, terlalu bersemangat  mengejar harapan dunia yang tak ada ujungnya, tanpa sadar aku melupakan masa depanku sebenarnya. 

Apasih yang selama ini aku cari? apa tujuan sebenarnya aku hidup? apakah untuk memiliki banyak tabungan? mempunyai karir yang sukses? mempunyai jabatan tinggi? atau mempunyai mobil mewah serta memiliki istri yang cantik. 

Aku ngomongi awake dewe "bukankah manusia tidak pernah puas, selalu merasa kurang? dan sebaik baiknya manusia adalah dia yang selalu beryuskur"

Kemewahan dunia itu hanya kesenangan sementara, bahagia dan kesuksesan sebenarnya itu setelah mati, aku kudu sadar bahwa dunia awal dari kehidupan.

Suatu saat, ketika mata terlelap untuk selamanya, jantung yang tak lagi berdetak, tak ada lagi hembusan nafas dan tak lagi ku lihat senja, ketika kehidupan telah berakhir, hanya tentang amal kebaikan dan keburukan yang pernah kuperbuat yang akan menjadi penentu masa depanku sebenarnya, akankah amalan kebaikanku sudah cukup untuk menutupi semua dosa dan kesalahanku, pertanyaan yang terlalu menakutkan untukku. 

Sudah berapa amal kebaikan yang telah kuperbuat, seberapa sering untuk aku mengingat sang pencipta, berapa banyak rakaat sholat yang kutinggalkan. bukankah arti hidup sebenarnya adalah untuk beribadah dan menjalankan kewajiban sebagai hamba Alloh swt. 

Ketika aku memakai sedikit nalarku untuk memikirkan tentang kehidupan duniawi dan akherat, aku merasa seperti orang yang benar benar bodoh, sangat bodoh. 

Aku melakukan banyak sekali kegiatan bahkan berjam jam untuk urusan duniaku. namun menyisihkan waktuku untuk menggelar sajadah dan bersujud pada sang pencipta aku merasa sangat berat. 

Sholat lima waktu yang sebenarnya sangat ringan dibandingkan dengan aktivitasku seharian, sering kali aku menunda nunda bahkan tertinggalkan kewajibanku ini, uang yang banyak kuhabisakan untuk masalah kehidupanku terasa sangat enteng kukeluarkan, namun sangat berat untuk sedikit ku selipkan ke kotak amal dan memberikan kepada orang yang membutuhkan, seringkali betah buka handphone akun media sosial dan berjam jam didepan laptop, dan untuk membuka Al-qur'an beberapa menit saja enggan. apakah cuma aku yang seperti ini? masih pantaskah aku untuk meminta surgamu? sedangkan banyak keburukan dan kelalaian yang berlumur di kehidupanku. 

hari ini harus bisa lebih baik

Dari dulu aku sebenarnya ingin menanyakan hal ini, setiap orang yang mau bertaubat dan kembali kejalan Nya, niscaya semua dosanya akan diampuni, disisi lain ada pernyataan juga setiap perbuatan ada balasanya, benar benar dua pertanyaan yang selalu ku khawatirkan. mungkin ada yang mau menjawab?

Aku hanya takut perihal dosa yang pernah kubuat dan tuhan tidak memaafkanya.

Apakah dosaku selama aku hidup, tentang keangkuhan diri, lalai dalam beribadah, menyakiti orang lain dan dosa dosa lainya  bisa diampuni?

Aku labil, keimananku seperti air laut yang yang pasang surut, aku juga heran pada diriku sendiri kenapa hanya saat hatiku hancur dan tersendat dalam rumitnya masalah kehidupan baru tersadar dan mau mendekat kepada Mu, kenapa hanya saat aku menginginkan sesuatu aku baru saja merayu Mu. sedangkan saat aku bahagia dan mendapat kesuksesan aku mulai terlupa lagi. 

Kadang aku lupa bagaimana cara yang benar untuk menjalani kehidupan, lupa dengan apa tujuan  hidupku sebenarnya, seringkali lalai dengan kewajiban sebagai seorang insan dan hamba tuhan yang seharusnya mengingatnya setiap detik kehidupanku. 

Aku sudah 21 tahun terlahir di dunia, itu bukan waktu yang sebentar dan sama sekali tidak terasa, berawal dari kandungan seorang ibu, terlahir belum mengerti apa apa, beranjak dewasa dan sekarang aku sudah mulai merasakan kehidupan yang sebenarnya. apakah aku akan terus lupa dan lupa tentang aku sebenarnya siapa dan untuk siapa? aku harap bisa terus tersadar.


Tak lama lagi, kurasa sebentar lagi aku akan menua, kulit kencangku akan mulai keriput, mata yang saat ini masih bisa melihat dengan jelas berlahan mulai rabun, punggung yang kini tegak akan membungkuk dan ringkih, aku pasti akan menua. aku tak bisa mengelak, dan pada akhirnya nyawa tak ada lagi dalam raga. 

Ketika ajal sudah datang menjemput siapakah yang akan menolongku? apakah keluargaku, sahabat, teman? kurasa tidak ada seorangpun yang mampu menolongku kecuali amal kebaikanku selama aku hidup didunia.

Untuk apa semua kebahagiaan dan harta dunia yang selama ini selalu kukejar, bukankah esok aku hanya akan membawa selembar kain putih untuk menutupi badan dan hanya benih benih kebaikan yang kutanam saat didunia yang mampu menyelamatkanku.

Ketika meninggal nanti mungkin orang disekitar akan merasa sedih dan kehilangan. namun aku percaya waktu akan menghapus aku dalam kehidupan mereka, aku akan menjadi kenangan. dan akhirnya hanya tinggal nama. mungkinkah mereka akan selalu mendoakanku? kurasa hanya beberapa hari setelah tiada, berlahan dan setelah itu akan terlupa.

Aku seringkali lupa menyadari hidup ini sampai kapan? aku benar benar tidak tau sama sekali tentang hari esok, sekarang memang baik baik saja, tapi entahlah dengan hari  selanjutnya, itu masih menjadi misteri. 

Kadang aku sangat bersemangat dengan ambisi duniawi, merasa ingin dan ingin, menargetkan sesuatu sampai benar benar mengekang diri sendiri, sibuk hingga terlupa sang pencipta. 

Aku harap segera menyadari, keluar dari kefanaan dan kelalaian ini, selalu mengerti tentang arti hidup sebenarnya, memaknai setiap proses yang terjadi dalam kehidupanku. menikmati, menysukuri semua yang ada dalam diriku dan menyadari bahwa semua ini atas tuhanku Alloh swt.

Aku merasakan ini, ketika aku mendekat  ke tuhanku maka tuhan akan dekat juga denganku, aku benar benar percaya itu.

Sadari bahwa semua tentang kehidupan atas genggaman dan naungan Alloh swt, semua tentang rumitnya kehidupan akan terasa ringan jika selalu mengingatnya.

Menenangkan hati dan pikiran dari semua hal yang terjadi pada kehidupanku, mendekat pada yang sang pencipta, gelar sajadahku jalankan kewajibanku dan bacalah Al-qur'an, terlebih lakukan sholat malam. 

Memohon dan meminta untuk jalan terbaik dimasa depan, melaksanakan kewajiban sebagai hamba Alloh swt.

Sembah sujud dan lantunan do'a yang ku panjatkan tentang harapan masa depan, jodoh dan karir, semua kuserahkan kepada Mu, aku sebagai hamba yang lemah hanya bisa berusaha, berharap dan berdoa. 

Alloh maha membolak balikan hati, aku harap bisa istiqomah dengan kewajibanku dan selalu di jalan kebaikan.

Pokoke aja lali kewajibane. lakoni sholat lima waktuku, ojo lali maca Qur'an,  aku bakalan tenang, khusukno ibadahe ojo terlena karo gemerlape dunyo, Alloh bakalan cepak karo aku
Semoga aku selalu mengingat tulisanku ini

Artikel Terkait

Previous
Next Post »