Sambut Kebahagiaan Dengan Berbagi


Rezeki sudah dijamin oleh Allah SWT, satu kata yang harus diyakini bagi setiap mukmin. Karena jauh sebelum kita dilahirkan rezeki sudah di gariskan oleh Allah SWT, sekarang tinggal seberapa besar kemauan dan usaha kita untuk mendapatkan rezeki yang sudah ditentukan tersebut.

Berbagai cara bisa dilakukan untuk menjemput rezeki, berusaha serta berdoa perlu dilakukan untuk menjadikan keadaan kita lebih baik daripada sebelumnya. 

Namun yang menjadi PR sebenarnya adalah bagaimana cara untuk menjadikan rezeki itu bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Karena sejatinya apa yang kita dapat dan kita punya bukan sepenuhnya milik kita, melainkan ada hak orang lain didalamnya. 


Seperti ketika kita memperoleh sebuah permen maka yang kita makan hanya isinya dan kita membuang kulitnya. Dengan kata lain, membuang kulit layaknya kita berbagi atau bersedekah.

Selain itu manusia adalah mahluk sosial yang membutuhkan satu sama lain, disaat diberikan kecukupan rezeki ada baiknya jika kita mau menolong dan berbagi terhadap sesama, terutama untuk mereka yang membutuhkan, sebab Islam sangat menjunjung tinggi orang yang gemar berbagi.

Karena kita tidaklah akan miskin ataupun menjadi kekurangan ketika membagikan sebagian dari rezeki kita untuk mereka, justru berbagi menjadi pancing untuk membukakan pintu rezeki kita lebih banyak lagi.


Karena berapapun harta yang dipunyai tidaklah akan pernah cukup untuk  menuruti keinginan sendiri, ketika hidup terasa tidak adil, lihatlah sekeliling kita, sadari bahwa tidak sedikit orang yang harus banting tulang dan kerja keras untuk  menyambung hidupnya,  jika pekerjaan kita tidak membuat kita kaya, setidaknya dari pekerjaan tersebut bisa membuat kita hidup, pahamilah bahwa masih banyak orang yang mengingkan keadaan dan posisi seperti kita sekarang.

Untuk itu jangan tutup mata dan mengekang diri untuk melakukan kebaikan, salah satunya adalah berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan. 

Karena tidak selamanya kita akan terus diatas dan berjaya, ada kalanya kita terjatuh, bergelut dengan realita kehidupan, terombang ambing dengan berbagai masalah, pada saat itu kepada siapa kita meminta bantuan? saudara saudara kita bukan? namun berbagi bukan untuk itu, bukan untuk  mengharapkan kembalian dari orang lain, namun berbagi semata-mata hanya untuk mengharap ridho dari Allah SWT.

Karena sejatinya  kita terlahir  ke dunia tidak membawa apa apa, begitupun ketika esok kita meninggal, bukankah hanya amal ibadah dan perbuatan baik yang menjadi penolong untuk kebahagiaan diakherat nanti.

Harta yang selama ini dikejar dan dipunyai tidaklah dapat menolong kita di akherat nanti, kecuali kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Karena ada tiga amal yang tidak akan terputus sampai kapanpun walaupun raga kita sudah lenyap di telan bumi, yaitu amal jariah, anak yang shalih dan ilmu yang bermanfaat.

Untuk itu selagi diberi kesempatan untuk hidup ada baiknya jika kita selalu melakukan kebaikan, salah satunya adalah berbagi dan membantu sesama.

Karena dengan berbagi ada banyak manfaat yang bisa kita dapatkan, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, baik di dunia maupun di akhirat nanti.


Berbagi kebahagiaan


Tidak semua orang bisa mendapatkan seperti yang kita dapatkan dan seberuntung keadaan kita, untuk itu ada baiknya jika kita selalu ringan tangan untuk berbagi kebahagiaan kepada mereka, karena dengan berbagi kita bisa membangun kembali senyum mereka.

Berbagi kebahagiaan dengan hal-hal yang sederhana, tak perlu muluk-muluk untuk itu, cukup dengan semampunya, karena berbagi dengan keikhlasan dan sepenuh hati sudah lebih dari cukup untuk bisa menumbuhkan kembali senyum dan kebahagiaan mereka.


Berbagi bukan seberapa besar jumlah atau nominal yang kita berikan, namun seberapa keikhlasan kita dalam memberi terhadap orang lain.


Melapangkan rezeki

Jangan takut harta kita akan berkurang ketika dibagikan untuk orang lain, karena justru dengan berbagi kita akan lebih banyak mendapatkan  kelapangan rezeki, Allah SWT bahkan akan melipat gandakan pahala serta membukakan pintu rezeki yang lebar bagi mereka yang mau berbagi.


Pahala yang mengalir tiada henti


Ketika kita meninggal nanti putuslah semua amalan kita kecuali tiga amal, salah satunya adalah berbagi (sedekah).

Berbagi akan tetap dirasakan pahalanya meskipun kita telah tiada, pahala dari berbagi akan tetap kita rasakan dan terus mengalir tiada henti.


Ungkapan rasa syukur


Berbagi merupakan salah satu bukti rasa syukur kita atas semua nikmat yang sudah didapatkan dari-Nya, dalam bersyukur ada tiga tahapan yaitu bersyukur dengan hati, bersyukur dengan lisan dan bersyukur dengan perbuatan. 

  • Bersyukur dengan hati yaitu ketika kita merasakan dengan sepenuhnya bahwa segala nikmat yang diberikan hanya dari Allah SWT.
  • Bersyukur dengan lisan yaitu ketika kita secara mengucapkan secara langsung atau reflek ketika mendapatkan nikmat dari Allah SWT.
  • Bersyukur dengan perbuatan, hal ini dibuktikan dengan nyata melalui tindakan bahwa semua yang sudah didapatkan digunakan untuk jalan yang diridhai-Nya dan dimanfaatkan dengan baik, salah satunya adalah untuk berbagi. 
Sebagaimana yang diajarkan oleh Imam Al Ghazali bahwa pembuktian rasa syukur ada empat, salah satunya adalah dengan berbagi (sedekah), dan berbagi dengan harta merupakan ungkapan rasa syukur paling diutamakan.


Menjauhkan dari sifat kikir


Kikir atau pelit merupakan salah satu sifat yang tidak disukai oleh Allah SWT, dimana orang yang memiliki sifat ini enggan mengeluarkan hartanya bahkan sedikit untuk orang lain. Mengekang diri untuk membagikan hartanya kepada sesama karena takut hartanya akan berkurang. 

Padahal sebagian harta yang dimiliki ada hak orang lain didalamnya dan Islam sangat menganjurkan seseorang untuk selalu berbagi dan membantu orang lain.

Berbagi adalah salah satu cara untuk menjauhkan diri kita dari sifat kikir, juga dengan berbagi kita akan mendapatkan tambahan nikmat yang luar biasa dari Allah SWT, dan Allah SWT akan menggantikan apa yang telah dibagikan dengan yang jauh lebih baik.


Menciptakan hubungan sosial yang positif


Sebagaimana mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri, saling membantu adalah salah satu wujud nyata bahwa manusia butuh orang lain untuk hidup.

Berbagi tentunya akan mengingatkan kita bahwa sebagai mahluk sosial peduli kepada sesama itu sangatlah penting, berbagi juga akan menciptakan hubungan yang harmonis dengan sesama.


Menghapus dosa


Manusia tentu tidak pernah luput dari kesalahan, perbuatan yang dilakukan di hari demi hari, sadar atau tidak sadar seringkali menimbulkan dosa, mulai dari perkataan, prasangka, hingga  tingkah laku, berbagilah (bersedekahlah), karena  salah satu manfaat yang bisa didapatkan adalah menghapuskan dosa kita. 


Menghindarkan dari bencana


Keadaan tidak bisa ditebak, bahkan detik kedepanya kita tidak tau sama sekali, hanya Allah SWT yang maha berkehendak dan menentukan segalanya. 

Pastinya kita selalu menginginkan keadaan nyaman dan tidak mau kejadian buruk terjadi pada kita, Untuk itu kita perlu berhati hati dalam melakukan segala hal dan selalu ingat dengan Allah SWT, berbagi merupakan salah satu cara agar kita selalu ingat dengan Allah SWT.

Dimana salah satu manfaat berbagi yaitu akan menghindarkan orang tersebut dari bencana. dengan kata lain berbagi bisa menjadi tomeng untuk menghindarkan dari bencana.


Memanjangkan umur


Tidak ada satupun orang yang tau kapan akhir hayatnya, untuk itu ada baiknya jika kita selalu berada dijalan yang di ridhai-Nya agar bisa khusnul khotimah diakhir hayat nanti, teruslah berbuat baik serta selalu meningkatkan iman dan takwa ke hadapan Allah SWT.

Berbagi merupakan salah satu perbuatan mulia yang dapat dilakukan untuk memperoleh kebaikan, selain beberapa manfaat diatas, berbagi juga bisa memanjangkan umur seseorang.

Memanjangkan umur disini juga bisa diartikan pahalanya akan terus mengalir sampai kapanpun meskipun orang tersebut sudah tiada


Menyembuhkan penyakit


Tidak selamanya kita terus sehat, ada kalanya kita harus terbaring lemah dan kita butuh kesembuhan untuk kembali melakukan aktifitas seperti biasa. selain dengan ikhtiar dan doa, berbagi menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan memperoleh kesembuhan, karena didalam berbagi terdapat obat manjur yang tidak dapat ditemukan dalam obat biasa.


Mengabulkan hajat


Ketika kita sudah memaksimalkan ikhtiar dan usaha untuk menggapai pencapaian tertentu namun belum juga terwujud, cobalah untuk membantu orang lain, salah satunya adalah dengan berbagi. 

Karena sesungguhnya Allah SWT akan menolong dan memudahkan segala urusanya jika orang tersebut mau memudahkan dan menolong orang lain.


Meringankan sakaratul maut dan penerang dalam kubur



Pada saat sakaratul maut hanya ada satu amalan yang ingin dilakukan orang tersebut, yaitu berbagi (sedekah), bukan sholat, puasa atau amalan lainya.

Untuk itu selagi ada kesempatan, selalu luangkan rezeki kita untuk membantu sesama, karena berbagi adalah salah satu bekal untuk kita nanti saat menghadapi sakaratul maut, serta menjadi penerang kita saat berada didalam kubur.

Pemisah dari neraka


Semua manusia tentunya menginginkan kebahagiaan di akherat kelak, namun tidak ada yang tau pada akhirnya, untuk itu teruslah perkuat keimanan dan ketakwaan ke hadapan Allah SWT, serta selalu berbuat kebaikan, salah satunya adalah dengan berbagi dan membantu sesama, karena salah satu manfaat dari berbagi adalah memisahkan dari kita panasnya api neraka.


Sebagai naungan di hari kiamat


Pada hari kiamat nanti manusia akan dikumpulkan kembali pada padang mahsyar dan keadaan saat itu matahari sangat dekat dengan kepala setiap orang. 

Berbagilah (bersedekahlah), karena pada saat itu berbagi menjadi naungan dan penolong kita ketika saat dikumpulkan di padang mahsyar.


Sungguh luar biasa bukan manfaat dan hikmah yang bisa kita dapatkan dari berbagi, tentunya bukan hanya untuk orang lain, namun juga untuk diri sendiri, Untuk itu  jangan takut untuk berbagi.


Sepenggal kisahku tentang berbagi

Singkat cerita pada akhir januari 2019 lalu ketika aku tidak diperpanjang kontrak dari kerja, saat itu aku merasa sangat kacau sekali, karena berbagai masalah muncul secara tidak disangka, salah satunya adalah kehilangan pekerjaan, dan kebetulan saat itu uang baru saja habis habisan untuk berbagai kebutuhan, dan sisa tabungan tinggal sedikit. 

Namun mau gimana lagi, karena ini adalah keputusan dari atasan aku bisa apa, mau tidak mau harus keluar dan berhenti bekerja di perusahaan tersebut. 

Setelah habis kontrak dari perusahaan tersebut akupun mulai mencari dan mengurus kembali surat lamaran kerja, aku buat 5 lamaran untuk diajukan ke beberapa perusahaan. 

Menjelang beberapa hari tepatnya tanggal 5 februari aku mengajukan lamaran ke beberapa perusahaan, prinsipku kalau tanggal 12 februari tidak ada panggilan aku mau ke Jogja, sekitar tanggal 11 aku sudah buat beberapa lamaran kerja untuk dibawa ke Jogja, namun Alhamdullilah tepat tanggal 11 malam  dapat panggilan dari salah satu perusahaan yang dilamar kemarin. 

Aku sedikit lega dengan itu, minimal ada kesempatan untuk masuk dan bekerja lagi, karena itu akhirnya aku putuskan untuk tidak jadi berangkat ke Jogja dan memilih untuk memenuhi panggilan tersebut.



Pesan itu dikirim dua hari sebelum interview tiba, namun sayangnya ketika hari H tepatnya hari kamis tanggal 14 februari aku tidak sadar bahwa pada hari itu juga adalah tanggal untuk interview, sepengetahuan aku saat itu masih hari rabu tanggal 13.

Seharusnya  interview mulai jam 09.00 pagi, sedangkan pukul 08.55 aku masih sibuk buat nyelesain desain untuk salah satu teman.

Aku baru sadar bahwa hari itu adalah kamis tgl 14, ketika membalas pesan teman yang mau melamar juga diperusahaan tersebut. dia bertanya "kamu udah berangkat tes belum?" aku balas "belum, hari kamis interviewnya" dia bales, "bukanya sekarang hari kamis? sekarang kan hari kamis ka tanggal 14".



Dibenakku "ah masa sih di hp aku juga tgl 13 kok" aku sempat tidak percaya hingga bertanya pada ibuku, "apa bener ini tangal 14 buk?" ibuku menjawab " iya mas, masa gak inget hari sih" . 

Setelah aku cek ternyata tanggal pada hpku lambat satu hari, haduh, seketika itu juga aku benar benar merasa kacau, seperti tidak ada harapan lagi untuk masuk ke perusahaan tersebut.

Namun aku nekatkan untuk tetap berangkat, dengan penuh kecemasan aku langusung bergegas untuk mandi dan bersiap siap untuk berangkat, pokoknya Bismillah, ini kesempatan terakhir untuk kerja di perusahaan itu, kalau bukan ini bukan rezekiku.

Setengah sepuluh pagi aku berangkat dari rumah, karena rumahku agak jauh dari dari perusahaan tersebut, aku membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk sampai disana.

Setelah sampai, tepatnya pukul 10.00, aku langsung bertanya pada satpam untuk diantar untuk ke ruangan interview, seperti yang kuduga semua peserta sudah pada kumpul, dari 15 orang dan 13 diantaranya sudah melakukan interview.

Setalah menunggu sekitar 10 menit diluar ruangan interview gilirankupun tiba, akupun masuk ke ruangan interview, dan syukurlah semua berjalan dengan baik dan bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar.

Al hasil dari ke 15 peserta 4 orang yang diterima, aku salah satunya, Alhamdullilah.



Dari kejadian ini aku mengingat, saat terakhir bekerja diperusahaan sebelumnya aku merasa sangat kacau karena kehilangan pekerjaan.

Dalam perjalanan aku menyempatkan untuk mampir ke sebuah masjid untuk sholat dan menenangkan pikiran, serta menyisipkan beberap lembar uang kedalam kotak amal.

Walaupun saat itu keadaanku sangat kacau. dalam hatiku, "Bismillah, semoga diberikan kemudahan jalan rezekiku", sambil menyisipkan beberapa lembar rupiah ke kotak amal.

Dari kejadian ini aku benar benar merasakan secara nyata bahwa berbagi adalah salah satu cara untuk kita melapangkan rezeki dan memudahkan dalam segala urusan.


Karena menurutku, berbagi itu?

Dari pengalamanku, menurutku berbagi itu akan membukakan rezeki dan memudahkan kita dalam menghadapi segala urusan. 

Namun tentunya tidak hanya itu, karena banyak manfaat lain yang bisa didapatkan ketika kita kita mau berbagi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, dan manfaat berbagi bukan hanya untuk di dunia, namun berbagi juga bisa dirasakan di akherat kelak.  

Untuk itu selagi masih ada kesempatan ada baiknya jika kita selalu menyempatkan untuk berbagi, semampunya, karena berbagi tidak diukur dari berapa banyak materi yang kita berikan, namun seberapa besar keikhlasan untuk memberikan apa yang kita punya, dan berbagilah semata mata hanya untuk mengharap ridho dari Allah SWT.


Berbagi melalui Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa merupakan salah satu wadah untuk menyalurkan donasi mulai dari infak, zakat, sedekah dan wakaf

Donasi yang diterima akan digalangkan untuk berbagai program terencana seperti  kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial yang digalangkan untuk membantu kaum dhuafa.

Dompet Dhuafa sudah bergerak selama 25 tahun dalam mengajak masyarakat untuk menebarkan kebaikan dan kepedulian terhadap sesama, sampai saat ini terhitung lebih dari 16 juta jiwa yang menerima manfaat dari para donatur, serta belasan ribu relawan yang berperan aktif untuk menebarkan kebaikan bersama Dompet Dhuafa
  
Berbagai program yang dijalankan bisa membuktikan bahwa manfaat yang dihasilkan dari berbagi sangat luar biasa, semua itu tidak lepas dari para dermawan yang murah hati dan sistem organisasi yang dilakukan secara profesional dan terbuka.


Donasikan sebagian rezekimu melalui Dompet Dhuafa


“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Jangan Takut Berbagi yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Artikel Terkait

Previous
Next Post »