Waktu Pasti Berlalu

Waktu Pasti Berlalu
Realita terkadang menyakitkan, keadaan dimana harus terjatuh oleh rasa kecewa masuk kedalam kelorong keterpurukan seakan putus asa yang selalu menghantui setiap langkah, rencana yang sudah kususun rapi seolah harus hancur dan lenyap seketika, organisasi, teman mau tidak mau harus kutinggalkan. 

Mungkin sekarang harus kurancang statemen kehidupan yang baru. ya, meskipun kusadar perlu proses yang panjang dan melelahkan namun apalah dayaku, ini keputusanya, aku sudah melakukan yang terbaik, sebisaku dan aku hanya mahluk lemah yang hanya bisa berusaha, berencana dan memohon, perihal iya atau tidaknya itu atas kehendak Nya.

Karena Tuhan yang lebih paham dan mengerti mana yang terbaik untuk hambanya, meskipun realitanya aku masih belum dapat menerima keadaan, mungkin nanti ada kebahagiaan dan jalan lain yang jauh lebih baik yang sudah di direncanakan Nya, aku menunggu saat saat itu. 

Aku rasa hanya perlu melakukan yang terbaik untuk diriku sendiri, tekuni, jalani proses kehidupan, serta iringan doaku aku yakin dapat menuntun keadaanku yang lebih baik. 

Jika skenario kehidupan tuhan yang menentukan, kenapa aku harus kecewa dan memaksakan keadaan  untuk mendapatkan yang kuinginkan, karena faktanya banyak celah dan daerah lain yang belum pernah kusinggahi, sadarlah bahwa dunia tak selebar daun kelor, masih banyak hal baru yang bisa kudapatkan nanti ketika ku meninggalkan tempat ini. 

Bukankah pengalaman merupakan guru terbaik untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas diri. aku harus mengingat kembali, apa yang membuatku berada disini, ah bukankah dulu rencanaku hanya untuk tempat pelarian semata. 

Namun sayangnya, kebersamaan teman dan orang orang terdekat yang sudah seperti keluarga menjadi titik berat yang harus kupikul saat ini, saat akan dipisahkan, sayang sekali aku sudah nyaman disini dengan mereka, mau tidak mau harus kurelakan semua itu. 

Tanpa kusadari setiap kebersamaan telah terukir oleh semesta, menjadi puing puing kenangan yang mungkin akan  kurindukan suatu saat nanti 

Untuk saat ini sepertinya aku harus ubah pola pikir, ah bahkan banyak jalan lain yang dapat kutempuh untuk kehidupan ku yang lebih baik. dan nampaknya, tak perlu menyesali keadaan. bukankah meratapi diri hanya akan menyesakkan dada dan menyayat hati, ada banyak hal yang lebih berguna dari pada menyesali keadaan ku, menyusun statement kehidupan baru misalnya. 

Hanya saja aku merasa kecewa dengan diriku sendiri, kenapa aku bisa seburuk itu dimata orang tertentu. dan yang sangat disayangkan dari mereka, mereka hanya menilai seseorang dari penampilanya, ah dasar bodoh. 

Semua orang bahkan diberikan hati untuk  menilai orang lain. bukankah hati jauh lebih bisa merasa dan lebih mengerti untuk menyimpulkan sesuatu, setidaknya kenali dan pahami. 

Tak apalah, semua orang memang mempunyai pemikiran  yang berbeda, dan mungkin ini juga salahku dari awal, tapi untuk apa juga sih menyesalinya? lebih baik belajar dari itu semua dan terus memperbaiki diri. 

Aku tau bahwa balas dendam terbaik adalah dengan merubah diri lebih baik, dan kurasa perubahan yang sesungguhnya hanya dimiliki oleh orang orang yang menyimpang. 

Maaf atas tingkahku yang mungkin kurang menyenangkan ketika bersama, candaan bodoh yang kadang masuk kehati dan menyakiti. 

Untuk mereka, maaf juga jika suatu saat aku enggan menyapa, bukannya apa, tapi hanya saja ingatanku masih cukup kuat untuk menyimpan rasa kecewa atas perlakuanmu, dan mungkin saat itu aku sudah menjadi seorang yang jauh lebih baik dari saat ini.  

Aku mengingat kembali bahwa roda waktu terus berputar, ada kalanya aku harus tertelindas oleh roda kehidupan, merasa sangat terpuruk dan kecewa. 

Tapi bagaimanapun aku harus lapang dada, ini hanya tentang waktu, semua pasti berlalu, juga keadaan ini mungkin adalah salah satu cara tuhan mendewasakanku. 

Bukankah luka yang selalu berhasil mendewasakanku selama ini

Kurasa zona nyaman hanya akan membuat orang menjadi biasa saja, perlu keadaan yang menyakitkan untuk merubah seseorang lebih baik. 

Buka lembaran baru, sesuatu yang pernah kurencanakan biarlah berlalu, mungkin itu bukan yang terbaik bagiku. atur skenario baru, bayak kesempatan yang bisa kulihat ketika ku membuka mata.   

Biarlah disini menjadi kenangan dan sekedar pernah, mungkin suatu saat nanti aku akan kembali dengan keadaan yang berbeda, dengan kepribadian yang berbeda, dan tak usah risau, aku tidak akan lupa dengan orang orang yang pernah baik padaku. 

Sebelumnya terimakasih sudah diberikan kepercayaan dan kesempatan untuk singgah dan berada disini, kurasa aku memang cukup buruk untuk berlama lama disini. 

Semua awal pasti ada akhir, demikian juga dengan pertemuan, cepat atau lambat pasti dipisahkan, meskipun berat, ini adalah fakta dan realita kehidupan yang tak disangka sangka, takdir memang selalu merahasiakanya, baik buruknya, bahkan detik berikutnya kita bahkan tidak tau sama sekali. 

Pembelajaran paling berharga yang selama ini kudapatkan adalah dari pengalaman dan kesalahan, ya mungkin aku  tidak akan seperti sekarang ini jika terus menerus berada dalam zona nyaman. 

Juga mungkin saat saat seperti ini juga cara tuhan meminta untuk mendekat kepada Nya dan lebih menghargai keadaan, selama ini aku mungkin kurang bersyukur dan selalu merasa kurang, lengah dan tanpa kusadari aku telah banyak melalaikan betapa banyak nikmat yang telah tuhan berikan kepadaku, dan betapa beruntungnya aku. 

Karena pada dasarnya tidak semua orang mendapatkanya. terlalu lama melihat keatas dan terlupa bahwa banyak yang menginginkan posisi ku.  

Tak apalah, itu semua salahku, setidaknya ada tempat untuk pulang, keluarga dan  rumah adalah tempat paling nyaman untukku kembali, masih ada senyuman mereka yang selalu memberikan semangat untukku. 

Jangan berpikir aku mati dan terbunuh disini, ini adalah awal dan salah satu bagian dari kisah hidupku, kuakui aku memang gagal disini, tapi aku belajar dari semua kegagalanku. 

Tenang saja, aku hanya gagal tentang materi, tapi untuk memperbaiki diri, pertemanan, cinta dan persaudaraan aku belajar banyak hal tentang itu.

Terimakasih untuk ceritanya, sekali lagi maafkan semua tingkah dan perkataanku yang mungkin menyakitkan, see you again, suatu saat kita akan bertemu dengan cerita dan keadaan yang berbeda.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »