Maafkan Orang Seburuk Aku Yang Mengharapkan Wanita Sebaik Kamu

Maafkan Aku, Pecundang Yang Mengharapkan Wanita Sebaik Dirimu
Kehadiranya, terima kasih Tuhan telah mengenalkanu dengan wanita itu. tanpa sepengetahuanya dia mengajari banyak tentang kehidupan, ya aku rasa aku telah berubah banyak karenanya, salah satunya adalah  aku lebih memahami tentang sebuah rasa, ya menunggu dan mengharapkan seseorang yang hatinya masih belum pasti untuk siapa.

Meskipun sekarang terlihat seperti biasa, namun percayalah tentang rasa dalam hati  masih sama seperti aku melihat pertama kali. walaupun realitanya aku hanya orang yang mungkin tak pernah dan tak akan bisa menjadi sesuatu yang berharga dimatanya.

Aku sadar diri tentang siapa diriku, bagai langit dan bumi yang, terlalu jauh berbeda, mempunyai latar belakang yang bertolak belakang, karakter hidup dan mempunyai cara pandang yang berbeda tentang kehidupan.

Ya, semua itu sangatlah berlawanan, jujur aku masih sangat penasaran tentang akhir dari semua pengharapan ini, mungkinkah tentang ambisiku ini, keyakinan hati yang selalu kupercaya bahwa dia adalah sosok yang akan menjadi dan menemaniku di kehidupanku nanti.

Benarkah  tentang firasat hati yang selalu kuyakini selama ini menjadi kisah nyata yang selalu kubayangkan.

Hidup ditemani wanita istimewa, seorang yang akan menjadi sosok ibu untuk anakku nanti, atau ini semua hanya harapan dan pembelajaran serta salah satu cara tuhan mendewasanaknku dan pada akhirnya aku harus merelakannya bersama orang yang jauh lebih baik dariku.

Aku menyadari, hanyalah seorang pecundang yang terlihat seperti berandalan, kuyakin ini adalah salah satu alasan besar yang membuatmu menjauhiku. 

Namun percayalah bahwa aku tak seburuk itu. karena salah satu prinsipku adalah "perihal semua tingkah bodohku tak kupedulikan, yang terpenting tidak ada satu orang pun yang berani merendahkan penampilanku" aku hanya ingin lebih tampil percaya diri, itu saja.

Dia sederhana, namun masih menarik, dari ini aku mulai belajar merendah diri dan belajar bahwa tak perlu melakukan banyak tindakan untuk meluluhkan hati seseorang, cukup merendah dan jadi diri sendiri itu sudah cukup bisa untuk memikat hati seseorang.

Kusadari, aku jauh dari kata layak untuk bisa mendapatkannya, dia terlalu istimewa untukku, saat aku tersadar dari semua firasat hati dan penguatan diri untuk mendapatkannya.

Aku mah apa, hanya anak desa yang sedang singgah dikotamu. seharusnya aku menyadari dari awal bahwa aku siapa, bagaimana dan dan darimana. kita sangatlah jauh berbeda, terkadang aku berfikir ketika kita dipersatukan apakah kamu akan sanggup menjalani kehidupan sepertiku. aku hanya berasal dari keluarga sederhana, hidup di sebuah desa, sanggupkah?

Atau mungkin ini hanya firasat konyolku dan keyakinan bodohku selama ini. mungkin aku memang terlalu gila untuk memimpikan bisa dengannya, entahlah bahkan sampai tidak kunjung sadar bahwa aku sudah terlalu dalam menaruh hati. 


Memantaskan diri, ah itu sudah kulakukan sejak dulu

Namun sekarang entahlah, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, dan tak perlu melakukan banyak tingkah atau sesuatu yang mengesankan, aku memilih jadi diriku sendiri, sepertimu. 

Maafkan aku, mungkin hadirku menjadi pengganggu dalam kehidupanmu.

Namun apakah aku salah memiliki rasa ini, bukankah aku punya hak penuh akan diriku untuk menyukaimu, ya pada dasarnya aku punya hak penuh untuk semua tentang diriku. 

Kamupun punya hak penuh atas dirimu untuk mencintai siapapun. 

Aku tahu persis bahwa sebuah perasaan tak bisa dipaksakan. jangan tanyakan tentang perasaan ini, aku bahkan tidak menginginkan dan memintanya, tuhan maha pemilik hati, dan sayangnya aku tidak bisa memilih kepada siapa hati ini akan dijatuhkan.

Sempat terlintas dalam pikiranku, bukankah cinta merupakan perasaan dari dua hati yang sama mereka saling menyukai, lalu ada apa dengan perasaan ini apakah ini yang dinamakan cinta sepihak? dan sampai kapan aku akan bertahan dengan perasaan ini.

Nampaknya selama ini aku terlalu berharap kepada seseorang, dan akhir akhir ini aku mulai faham lagi akan sebuah perasan. kurasa tak perlu terlalu banyak mengharapkan seseorang yang hatinya belum pasti, jalani semua dengan semestinya, namun satu hal yang harus kamu tau bahwa kamu adalah satu satunya wanita yang berhasil mengisi hati ini.

Aku masih mengharapkanmu, selalu menyemogakan kamu dalam setiap harapanku, dalam setiap doa hati kecilku terus mengingat namamu, namamu bahkan terlalu sulit untuk sekedar hilang dalam satu detik ingatanku.

Mencintaimu dalam diam, dan mengharapkanmu dalam doa. aku selalu menanti keajaiban tentang rasa dan pengharapanku ini, semoga saja suatu saat kamu akan mengerti. sekarang biarlah aku dalam kesendirian, aku nyaman dengan posisi ini, aku masih cukup banyak teman untuk mewarnai kehidupanku.

Sekarang belum saatnya untuk kita terlalu terbelit dalam dengan masalah hati. ada yang lebih penting yaitu, menyusun dan menjalani proses mimpi, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

Ya, masa depan kita jauh lebih penting untuk kita perjuangkan, daripada memikirkan masalah hati. 


Aku percaya waktu bisa mengubah semuanya, termasuk perasaanmu

Maaf aku bukan pengemis cinta yang harus memohon untukmu mencintaiku, jika memang tuhan mentakdirkan kita bisa bersama dan bisa dipersatukan aku percaya selalu ada waktu untuk kita dipersatukan.

Mungkin ini menjadi salah satu alasan kenapa tuhan belum juga membuat kamu mengerti. aku benar benar memahaminya, aku tak perlu sakit hati akan hal itu, dan aku tak akan pernah menyalahkan takdir kenapa aku jatuh cinta padamu.

Berjuang bersama dengan cara dan jalan masing masing mungkin itu lebih baik, tunggu aku dipuncak, kamu tak perlu susah payah untuk berjuang bersamaku hingga ke atas, perjuangkan dirimu saja. mari sama sama berjuang untuk diri sendiri. 

Maaf aku terlalu bodoh tentang perasaan, juga maaf jika namamu selalu kusimpan dan kuingat, dan lagi lagi aku harus terus mengharapkanmu dalam doa, sekarang biarkan semua berjalan dengan semestinya.

Artikel Terkait

Previous
Next Post »